Thursday, May 21, 2020

MENATAP LANGIT yang SAMA....

Hening...sunyi...
Hanya terdengar bunyi jengkerik pelan,
dan ayam jantan berkokok di kejauhan
Mendamaikan jiwa,

Menatap langit..
Memandang angkasa,
Berjuta bintang bertaburan
Menenangkan jiwa,

Inikah datangnya malam kemuliaan?
Hanya pada Mu ku bersujud dan berserah..
Selalu masih ada harapan,
Akan takdir baik di masa depan

Melantunkan..
Melangitkan do'a,
Meski terpisah jarak,
Kita pun memandang langit yang sama.



29 Ramadhan 1441 H, dini hari 22 Mei 2020, 01:35 AM.
~Perindu Langit, ada di Bumi~

Uswatun Hasanah: Teladan yang BAIK

Dalam ilmu psikologi, pendekatan perilaku juga menjadi salah satu pendekatan teori yang digunakan untuk memahami manusia.

Dalam keseharian, seringkali kita bisa mendapatkan bentuk perilaku anak yang banyak mencontoh perilaku orang tuanya, perilaku bawahan yang mencontoh atasannya, ataupun perilaki suami/istri yang mencontoh pasangan hidupnya.

Bagaimana membekaskan contoh perilaku yang baik?

Belajar dari kisah kisah Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad...sang Uswatun Hasanah.
Beliau-beliau lah banyak memberikan suri tauladan yang baik, sehingga ummatnya pun dengan sukahati, sukarela meneladaninya.



Apa kuncinya keteladanan yang baik itu?

Apa yang dikatakan, itu pula yang dilakukan terlebih dahulu...
Sehingga saat meminta orang lain melalukannya, apa yang disampaikan melalui lisannya akan sampai ke hati orang yang menerimanya.

Sangat penting bagi
Para calon orang tua & orang tua,
Para calon pemimpin & pemimpin,

Untuk mendidik diri sendiri terlebih dahulu,
Menjadikan perilaku yang baik menjadi kebiasaan yang baik...
Hingga masanya ia harus meminta orang lain pun melakukannya, ia telah menjalani dan melakukan.

Maka dilihatlah itu sebagai bentuk keteladanan yang nyata dapat dilihat dan dirasa.
Mewariskan keteladanan,
Mewariskan kebaikan-kebaikan.

~ 28 Ramadhan 1441 H, 21Mei 2020

Wednesday, May 20, 2020

Tak sanggup ku berdusta atas segala nikmat-Mu

Begitu banyak kebaikan...
Begitu banyak nikmat karunia..

Begitu banyak keberkahan,
Begitu banyak pertolongan,
Begitu banyak Cinta di rasakan...




Bagaimana ku sanggup...
Untuk mendustakan segala nikmat dari-Mu.

27 Ramadhan 1441 H/

" Maka nikmat dari Tuhan manakah yang kamu dustakan?
" Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban? 

55:55.

Tuesday, May 19, 2020

KETENANGAN HATI yang DITURUNKAN...

Allah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman untuk menambah keimanan mereka (yang telah ada)
Sakinah...yang diturunkan ke dalam hati...





Apakah kita pantas dan terpilih? Untuk diberikan/diturunkan sakinah-ketenangan ke dalam hati kita?
Mari tengok ke dalam...

Sudahkah kita sebagaimana  benih, yang menjadi tunas, tunas itu menjadi kuat,
Menjadi besar, tegak lurus di atas batangnya?
Menyenangkan hati penanam nya?

26' malam 27 Ramadhan 1441 H, Selasa 19 Mei 2020

48: 4, 18, 26, 29.

Monday, May 18, 2020

KETEGUHAN HATI

Bersabarlah sebagaimana para Rasul yang memiliki keteguhan hati (ulul Azmi)

Apa itu keteguhan hati?

Kesabaran,
Pengendalian diri...
Atas segala kata-kata ,
yang tidak nyaman diucapkan,
Atas segala pandangan mata
yang merendahkan
Atas segala perlakuan
yang tidak pada tempatnya

Atas segala luka yang ditorehkan.

Maka jiwa besarlah
yang sanggup menerimanya.
Untuk terus melangitkan do'a.
dan berkarya nyata, raih kemenangan yang sesungguhya.



46:35.

HIDUP untuk Mencari Ridho-Nya

Sore tadi ngaji online di forum pengajian UGM online bersama Gus Baha' dari Rembang...

Namanya ngaji, ya belajar lagi, dari berbagai uraian yang disampaikan beliau, ada beberapa hal yang berkesan:
1. Orang Islam, orang sholeh itu boleh kaya (agar bisa beramal sholeh lebih banyak..

2. Demikian pun harta, tahta dan wanita...jikalau itu dimiliki dan membuat semakin dekat kepada Nya..semoga itu menjadi perantara kebaikan

3. Wanita shalihah itu penting karena ia menjadi sekolah yang pertama dan seterusnya bagi anak-anaknya..

4. Hidup itu penting untuk mencari Ridho Allah ..mencari ridho Nya.

5. Beliau pun suka menekuni tafsir Al Qur'an, dan saya pun demikian juga..berasa kalau belajar dan membaca tafsir  itu mendapatkan banyak berlimpah keilmuan, petunjuk, kefahaman dan kebahagiaan..



Semoga dikumpulkan bersama para pecinta Al Qur'an (ahlul Qur'an)...Aamiin

25 Ramadhan 1441 H


Sunday, May 17, 2020

LULUS UJIAN ITU BAHAGIA

Dua hari  ini dapat kabar membahagiakan karena di program Tahsin dan Tahfidz yang diikuti secara online pas bulan Ramadhan ini dinyatakan bisa Lulus Ujian, dan bersiap-siap untuk level selanjutnya.
Bahagia karena bisa lulus setelah periode sebelumnya belum berhasil dengan baik, dan terus menyemangati diri agar tidak menyerah.



Apa ya hikmah baiknya kalau kita bisa merasakan lulus suatu Ujian?

walau awalnya penuh perjuangan, penuh kesungguhan, penuh kesabaran..
mau berlelah lelah, mau berpayah-payah, mau bersungguh-sungguh menjalani prosesnya
adakalanya jatuh bangun namun terus berusaha untuk bangkit,

maka setelah ujian itu terlewati, akan berasakan manisnya.
ada rasa bahagia menyelinap di relung-relung jiwa, banyak bersyukur karenanya.


Friday, May 15, 2020

TULUS MEMA'AFKAN

Mengapa perlu benar-benar memaafkan dengan tulus?

Sungguh suatu hari saya terpana
Ketika melihat dua kucing saya
Menjilat-jilat, membersihkan  bulu-bulunya,
Kucing pesolek,
Kucing yang dikenal sebagai binatang yang suka kebersihan



Mengapa kita tidak jua belajar darinya?
Kucing membersihkan  kotoran di tubuhnya
Mengapa manusia tidak?

Bukan sekedar mandi
yang membersihkan raga,
Namun juga bebersih diri,
membersihkan jiwa
Dari segala kotoran-kotoran emosi negatif
Seperti halnya dendam, amarah, sedih, jengkel maupun kecewa.

Merelakan, mengikhlaskan
Tulus Mema'afkan,

Saatnya kembali bebersih diri
Agar kita FITRI suci kembali,🙏

JURNAL KEBERSYUKURAN

Apa itu Jurnal Kebersyukuran?

Kalau ingat kata "Jurnal" maka ingatan saya akan terkait dengan Jurnal-jurnal ilimah yang didalamnya memuat artikel-artikel penelitian, catatn dari para peneliti yang kemudian dipublikasi. Ingatan yang lain tentang membuat "Jurnal" adalah saat SMP ketika belajar akuntansi dasar, belajar tentang membuat catatan harian tentang debet, kredit dan saldo dari keuangan. Jadi "Jurnal" adalah semacam catatan harian. Jurnal kebersyukuran adalah semacam catatan harian penting, kejadian-kejadian yang pada hari itu kita pantas lebih bersyukur karenanya.

mengapa Jurnal Kebersyukuran?

Menuliskan jurnal kebersyukuran, membuat kita merasakan emosi lebih positif, lebih membahagiakan atas segala persitiwa ataupun apapun yang kita peroleh hari itu. Tidak perlu sesuatu hal yang besar, dapat dimulai dari hal-hal yang kecil semisal melihat ke taman dan menyaksikan tanaman kita berbunga. Ataupun pada hari itu mendapatkan kiriman buku yang sangat bermanfaat.

Bersyukur menambah kekuatan psikis, membuat emosi jauh lebih bahagia dan damai, juga lebih sehat bagi jiwa raga.



Thursday, May 14, 2020

FLOW ketika MENGHAFAL AL QUR'AN

Lama tidak berkutat dalam masalah hafal-menghafal, hari ini bahagia dan bersyukur bisa kembali setoran hafalan bacaan. Walaupun belum banyak namun bahagia terasa ketika kembali menjejaki memori  ayat demi ayat kemudian meluncur terangkai dengan sendirinya keluar kembali dari ingatan dan keluar melalui lisan.

FLOW...

Flow is the state of concentration and engagement that can be achieved when completing a task that challenges one's skills (Csikszentmihalyi, 1990)



Wednesday, May 13, 2020

ADA CINTA_NYA DALAM KACANG METE

Pada waktu kecil, jaman sekolah dasar, di rumah saya ada sebatang pohon jambu mete yang rimbun dan sering berbuah lebat. Sering menjadi tempat mampir teman-teman untuk mencari dan mengambil sendiri jambu metenya. Kadang bila buahnya tak dimakan, maka biji kacang mete nya yang kami kumpulkan dan lain waktu akan dipecah bersama-sama (bisa dibakar ataupun di goreng).

Makan kacang mete barangkali bagian dari kenangan masa kecil yang menyenangkan, oleh karena sampai sekarang masih suka untuk makan kacang mete walaupun  sekarang tidak boleh makan banyak-banyak  ☺

Awal bulan Ramadhan ini beberapa teman menawarkan dagangannya berupa kacang mete (biasanya asli dari Wonogiri, kota yang terkenal penghasil kacang mete). Ketika saya menawarkan ke ibu saya, "Bu apakah mau dibelikan kacang mete juga buat lebaran nanti?" Ibu saya menjawab, "Tak usah, seperlunya saja". 
Baiklah, saya pun manut kepada ibu saya, walaupun dalam hati masih ingin makan kacang mete, tidak usah dibayangkan kacangnya yang gurih, bulat besar-besar serasa yang ada dalam isi coklat batangan. Ya sudahlah, lebaran ini tanpa ada kacang mete pun tak apa kan?" sembari membatinnya dalam hati, Masih bisa bersyukur dengan banyak karunia Nya yang lain, telah banyak terberikan selama ini.

Beberapa hari, beberapa minggu keinginan makan kacang mete pun terlupakan. Pas hari keduapuluh Ramadhan, tetiba ada teman yang mengontak dan mengirimkan kepada kami beberapa makanan...dan  juga setoples kacang mete !
Tertegun sejenak..., tersenyum-senyum sendiri, daan ...Alhamdulillah.



Kadang merasakan terharu geleng-geleng kepala dengan begitu banyak Cinta Nya kepada kita. Tidak sekali dua kali ini terjadi, namun seringkali...ini terjadi. Terkadang jadi merasa malu sendiri.
Dan tentu teman-teman pun bisa jadi pernah mengalaminya pula, baru membatin sesuatu hal yang amat di inginkan, namun tidak bisa segera diwujudkan dan kemudian bersabar, dan beberapa waktu kemudian apa yang diinginkan tersebut mewujud dengan cara yang tidak kita sangka-sangka.
Banyak bersyukur tentu kita karenanya.

❤ Terkadang jadi lebih faham sekarang bahwa proses merasakan SABAR,
selalu beriringan dengan rasa SYUKUR.

Di bidang psikologi sendiri pernah ada penelitian tentang anak-anak yang sanggup menunda rasa keinginannya terhadap manisan kenyal (Marshmallow) ternyata  dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada anak-anak yang tidak sanggup menunda keinginannya.
Kesanggupan menunda keinginan, tidak langsung segera diwujudkan itu diringi oleh kemampuan bersabar, menahan diri, kemampuan untuk kendali diri (self control), dan ini menempa anak-anak untuk mau berlelah-lelah, bersungguh-sungguh menjalani prosesnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Di sisi lain selain kesabaran, ada Allah Zat yang Maha Baik, yang Maha Mendengar, baik yang tampak maupun tersembunyi di dalam hati.
Allah yang Maha Menggerakkan hati seseorang untuk berbuat baik dari satu orang ke orang yang lainnya. Mengabulkan apa yang menjadi keinginannya.
Semoga kita pun menjadi "Penyalur" kebaikan bagi sesama pula. Keberadaan kita pun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain pula..Aamiin

❤Ada CINTA-Nya dalam setoples cinta Kacang Mete, Alhamdulillah.

~20 Ramadhan 1441 H, 13 Mei 2020, 20:58 PM.

Tuesday, May 12, 2020

TAWAKAL: BERSERAH DIRI

Alhamdulillah, pagi tadi jelang melakukan sholat subuh berjama'ah di mushola, tetiba ada sesekor lebah (tawon) masuk ke dalam mukena, dan Alhamdulillah merasakan terkena dua gigitan lebah di bagian punggung. Alhamdulillah keluarga bereaksi cepat memberikan pertolongan, dengan mengambil bawang merah untuk menghapus bekas gigitan dan memberikan kompres es batu beberapa menit kemudian agar tidak membengkak. Juga kemudian diolesi getah lidah buaya juga diboreh minyak kayu putih dan minyak tawon. Sakit? iya tentu saja, namun Alhamdulillah diberikan kesempatan anugrah merasakan rasa sakit akibat sengatan lebah ini, dan Alhamdulillah beranjak siang rasa sakitnya pun semakin berkurang.

Ada pengalaman berharga, saat merasakan sakit tersengat lebah ini yaitu bisa merasakan pula titik tawakal setelah berusaha mengobatinya. Sambil merasakan cenut-cenut rasa sakitnya, yang bisa saya lakukan adalah berbaring dan banyak istighfar. Semula saya berusaha menahan cenderung melawan rasa sakit akibat sengatan itu, namun ada bisikan halus dalam hati yang mengatakan, "sudah ...terima lah rasa sakit itu, ikhlaskan dan mohon kesembuhan dari Allah Ta'ala."

❤ KUNCI penting dalam menghadapi permasalahan, rasa sakit, kegagalan, kekecewaan, penderitaan, kehilangan,  adalah PENERIMAAN (Acceptance) terlebih dahulu, dan saya amat sepakat dengan hal ini karena benar halnya dari sisi spiritual maupun dari sisi psikologi. 

Di titik ini saya justru merasa damai, ketika kemudian menerima dan menikmati rasa sakit itu sembari berdzikir, mengingat Nya, memohon pertolongan dan kesembuhan dari Nya. Pada detik-detik ikhlas berserah diri kepadaNya, teringat belum banyak amal kebaikan yang diperbuat dan memohon...

❤"Ya Allah hamba memohon akhir hidup yang baik, namun ijinkanlah hamba untuk diberikan kesempatan usia untuk menabung banyak amal kebaikan...."

Teringat syair do'a Abu Nawas, pujangga Arab, penyair besar sastra Arab klasik,

Berikut ini salah satu karya besarnya sebagai seorang penyair: 
❤Al-I’TIRAAF – Sebuah pengakuan:
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
❤Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim
Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi
❤Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali
❤Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan
Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali
❤Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka
❤Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan mengakui segala dosa, dan telah memohon kepada Mu
Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka
❤Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni. Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi aku mengharap selain kepada Engkau?. (Abu Nawas)

Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin..."hanya kepada Mu lah kami beribadah, dan hanya kepadaMu lah, kami memohon pertolongan"
19 Ramadhan 1441 H; 12 Mei 2020

Monday, May 11, 2020

TEMPAT PENUH KEBERKAHAN

Adakalanya kita merasakan perlu berhijrah dari satu tempat ke tempat yang lain, agar memperoleh kebaikan yang semoga lebih meningkat, bahkan diniatkan untuk tetap menjaga keimanan.
Atupun barangkali perlu menghindarkan diri dari kondisi yang tidak cukup kondusif, semisal perlu berpindah dari tempat dimana sesuatu hal berjalan tidak pada tempatnya. 

Salah satu doa yang sering dipanjatkan adalah doa meneladani Nabi Nuh alaihi salam, saat beliau telah naik ke kapal bersama kaumnya adalah doa yang penuh makna untuk memohon keberkahan suatu tempat.

"Dan berdo'alah, "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat" (23:29)

Sungguh saat kita berserah diri kepada Nya dan yakin, Allah SWT akan jumpakan kita dengan orang-orang yang baik dan diberikan petunjuk jalan-jalan menuju tempat yang penuh keberkahan-Nya. 
Seperti apakah tempat yang penuh keberkahan dari Nya itu?

yang bisa kita rasakan adalah situasi psikologis yang kondusif untuk bisa lebih nyaman beribadah, belajar maupun bekerja, berdekatan dengan orang-orang yang baik saling tolong menolong, penuh keberlimpahan rezeqi karunia dari Nya. Juga perasaan merasa lebih damai, tentram dan bahagia.

Dalam kitab suci Al Qur'an pada ayat lain yang menceritakan kisah Nabi Isa alaihi salam, bersama ibunya bunda Maryam yang dilindungi oleh Allah SWT pada tempat yang penuh keberkahan pula.

"Dan telah Kami jadikan Isa putra Maryam, bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata (bagi kebesaran Kami), dan Kami melindungi mereka di
sebuah dataran tinggi, (tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan) dengan mata air yang mengalir (23:50).

Dan semoga kita pun bisa memulainya dari rumah-rumah kita, tempat tinggal yang semoga penuh limpahan keberkahan dari Nya..

Aamiin...

~ 18 Ramadhan 1441 H, 11 Mei 2020





Sunday, May 10, 2020

BERSYUKUR: NORMAL vs OUTLIER

Dalam kehidupan sehari-hari, adakalanya ada penyakit hati memasuki dalam relung-relung jiwa manusia. Penyakit hati itu adalah rasa "IRI" yang terkadang disertai kedengkian, tidak senang atas nikmat berupa kesenangan yang diterima oleh orang lain. Perasaan IRI dengki yang cenderung negatif karena terkadang dapat membuat orang terdorong melakukan apa saja untuk menjatuhkan orang lain.

sebagai contoh: Orang iri terhadap orang lain yang banyak mendapatkan kesenangan baik dari sisi materi, kesuksesan anak-anaknya, peluang karir yang bagus dan menjanjikan, maupun kesenangan kesuksesan lain di mata manusia.

Menurut saya ada beberapa jenis orang yang mendapatkan ganjaran dari Tuhan YME:

1. orang yang  "baik" perangainya yang mendapatkan ganjaran kebaikan,
2. orang yang "buruk" perangainya yang mendapatkan ganjaran keburukan,
3. orang yang"baik" perangainya, namun mendapatkan kesempatan mengalami ujian permasalahan kehidupan
4. orang yang "buruk" perangainya, namun mendapatkan banyak kesuksesan dan kesenangan secara materi lahiriah.

Untuk kelompok nomer 1 dan 2 sepertinya adalah kondisi yang *Normal, cukup mafhum difahami.

Sisi perkecualian  (Outlier) untuk kelompok nomer 3 adalah kelompok "orang-orang" yang disayang Tuhan, bila mereka bisa melalui ujian permasalahan kehidupan itu, seolah-olah mereka adalah orang-orang yang "naik kelas" kualitas pribadinya. Lebih bahagia yang sesungguhnya.

Sisi perkecualian (Outlier) berikutnya adalah kelompok nomer 4 adalah kelompok orang-orang yang seolah-olah mendapatkan banyak kesenangan, kesuksesan, kenikmatan berlimpah materi namun sesungguhnya sedang berada dalam "Ujian" dari Tuhan, namun terkadang mereka tidak menyadarinya.

Adakalanya menjadi pertanyaan dalam hati, "Mengapa orang yang tidak baik tersebut justru mendapatkan banyak kesenangan, kesuksesan dan keberlimpahan materi dari sisi pandangan manusia?

jawabannya adalah: karena ternyata kesuksesan, keberlimpahan materi, menurut ukuran manusia itu adalah bentuk "bunga kehidupan dunia", bagian "Ujian dari Tuhan" yang berbentuk kesenangan.
Berbagai bentuk keberlimpahan materi dan kesuksesan bisa jadi merupakan bentuk Ujian pula bagi manusia.
apakah nantinya ia sanggup lebih banyak bersyukur ataukah malah sebaliknya ia malah menjadi kufur (berpaling) dari Tuhan. Terjatuh ke berbagai bentuk keburukan yang lain.
Kesenangan ataupun kesuksesan yang dimiliki tidak berarti orang tersebut merasakan "Kebahagiaan" yang sesungguhnya. 

❤ " Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal (20:131).

❤ Hal yang mendamaikan hati adalah banyak bersyukur atas segala apapun karunia rizqi nikmat Tuhan,
(dalam bentuk apapun) yang diberikan kita hingga sejak saat ini dan seterusnya. 
Bisa jadi apa-apa yang kita miliki saat ini, sesungguhnya sangat dirindukan, sangat di impikan oleh orang lain pula untuk memilikinya. Beruntunglah bila kita telah mendapatkan karunianya. 
❤ Menjadi jalan lebih 'Bersyukur", lebih banyak berbuat baik, dan semakin mendekat kepada Nya.

❤ Dan semoga kita lebih bisa merasakan Damai, Tentram dan Bahagia...yang sesungguhnya.


❤Live Peacefully ...to enter Paradise in Peace❤

~17 Ramadhan 1441 H (10 Mei 2020), 20:131.





Saturday, May 9, 2020

DI TEPI LAUT MERAH: THE ART of DECISION MAKING

Kisah cerita Nabi Musa dan kaumnya yang dikejar oleh Fir'aun beserta balatentara sangat bermakna, 
saat Nabi Musa dan para pengikutnya sampai di tepi laut Merah, pada waktu matahari terbit.




Apa yang dirasakan para pengikutnya? 

Bingung? tak tahu harus bagaimana?
Sedih, Khawatir?
Cemas ataukah Takut yang amat sangat?

Nampak di hadapan mereka tepian laut Merah yang amat dalam dan luas,
sementara di belakang mereka, bala tentara Fir'aun 
semakin dekat mengejar mereka pengikut Nabi Musa alaihi salam. 
Situasi yang amat mencekam, 
maju bertemu Laut Merah dan di belakangnya ada bala tentara yang siap menumpas.
Maka ketika mereka sudah bisa saling melihat dan kaumnya nabi Musa pun berkata, "kita benar-benar akan tersusul"

dan Nabi Musa pun menenangkan kaumnya, dengan segenap keyakinan beliaupun berkata, "Kita tidak tersusul, sungguh Tuhanku bersamaku". 

"Dia akan memberi petunjuk kepadaku" 

Dan Allah SWT pun memberikan wahyu-petunjuk Nya, meminta kepada Nabi Musa untuk memukulkan laut dengan tongkatnya. Maka terbelahlah Laut Merah menjadi dua bagian seperti halnya dua gunung yang besar. 
❤ Nabi Musa beserta pengikutknya pun di "selamatkan' oleh Allah SWT, dari Fir'aun dan bala tentaranya.

sementara Fir'aun dan tentaranya yang mengikuti berjalan di Laut Merah pada akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Tenggelam bersama nafsu-nafsu kekuasaan, kesombongan dan keangkuhan dirinya

❤ PERNAHKAH MENGALAMI SITUASI SEPERTI INI?

Situasi yang cukup mencekam, membingungkan, dihadapkan kepada dua pilihan yang sama-sama memiliki resiko yang amat besar? atau dua pilihan yang amat berarti?

Banyak permasalahan psikologis yang disampaikan kepada Psikolog tentang kebingungan, ketakutan, kecemasan ketika harus dihadapkan pada situasi untuk mengambil keputusan. Sebagai contoh: pengambilan keputusan meneruskan atau mengakhiri sebuah hubungan, resign dari suatu pekerjaan ataukah tidak, memilih pasangan hidup,  memilih jurusan sebuah sekolah/kuliah, melakukan pembelian atau tidak melakukan.

Nah, karena pengambilan keputusan adalah sesuatu hal yang penting dalam hidup manusia (bahkan saya pun akhirnya menekuni ini dengan menulis thesis dan disertasi tentang Pengambilan Keputusan).
Hal yang penting ataupun utama di ingat adalah: "Mengingat Tujuan utama yang hendak dicapai, dan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan kita".
Berkaca pada kisah Nabi Musa, bahwa Allah SWT, Tuhannya Nabi Musa akan memberikan wahyu petunjuk di saat manusia bingung, resah, kacau dan gelisah.
Seorang teman pernah mengalaminya saat ia harus mengambil keputusan besar untuk resign dari sebuah posisi di sebuah institusi besar, dalam kondisi ia tengah dalam posisi puncak pekerjaannya.
Dihadapkan pada pilihan: apakah ia harus bertahan dengan segala ketidakjujuran dalam pekerjaan ataukah harus resign melepaskan pekerjaan dan memulai kembali segala sesuatunya (dengan berbagi ketidakpastian)
Setelah memohon petunjuk kepada Nya dan meyakini pilihan tujuan hidupnya, ia pun berproses memahami sinyal-sinyal petunjuk dari Nya (sebagaimana tongkat nabi Musa, ibaratnya gunakan akal pengetahuan untuk mencerna dan hati untuk merasa). Teman itu akhirnya memilih resign dari pekerjaan walaupun dalam posisi puncak karir di mata manusia.

Dan sampai sekarang, teman tersebut bercerita, "dengan segala pertentangan, dengan segala situasi yang cukup mencekam, dengan segala berita tidak baik yang dihembus-hembuskan. Tuhan pun menyelamatkan ku dengan berbagai tanda dari Nya. Akhirnya teman tersebut memilih resign dari pekerjaan dan merasakan hidup lebih damai tentram bahagia bersamaNya.

❤Life is a Choice ...tetaplah selalu memohon petunjuk kepada-Nya, saat mengambil pilihan,
sebagaimana Nabi Musa as.saat berada di Tepi Laut Merah.



16 Ramadhan 1441 H > 17 Ramadhan 1441 H, 01:20 AM 

20:77_ 26:63


Friday, May 8, 2020

DEMI MASA: MAKE YOUR OWN PLAN !

❤ WAKTU...


ya ini tentang waktu yang dimiliki manusia, 
kita setiap hari punya waktu yang sama 1 x 24 jam, namun aktivitas yang kita lakukan lah yang membedakannya.

Di dalam kitab suci Al Qur'an, teringatkan oleh ayat ini, sering dibaca berulang kali oleh banyak orang, di banyak kajian maupun pertemuan.
Terkadang saya seolah merasa tertampar, terhenyak dengan ayat-ayat ini...
bahwa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mau berbuat BAIK, saling menasihatkan dalam kebenaran dan juga kesabaran.

Guru saya pernah berkata, "Kalau kamu tidak mau menjadi orang yang merugi (dalam artian: Mau menjadi Orang yang Beruntung), maka modalnya adalah: IMAN dan beramal sholeh, berbuat kebaikan, juga mau saling berbagi tentang hal-hal yang HAQ (benar) maupun  saling berbagi tentang apa itu arti SABAR.

❤ "AHSANU AMALA", 

Amal atau kegiatan yang paling baik untuk dilakukan dalam waktu-waktu yang kita miliki dalam rentang kehidupan ini.

Sudahkah waktu kita, eh tepatnya waktu saya, di isi dengan hal-hal kegiatan yang baik dan bermanfaat?
Dari jam ke jam, dari waktu sholat yang satu ke waktu sholat berikutnya, dari hari ke hari berikutnya, dari Juma't minggu ini ke minggu depan dan seterusnya? 

❤ MAKE your OWN PLAN!

Naah biasanya ada kasus-kasus orang tua anak/remaja yang datang ke Psikolog ,ataupun para mahasiswa (bahkan juga kadang orang dewasa):
menceritakan permasalahan tentang bagaimana membuat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar anak-anak/remaja/ diri kita  tidak disibukkan oleh gadget/gawai yang kurang bermanfaat bagi masa depan, bagi kehidupan.

sedikit TIPs berbagi langkah-langkahnya, barangkali bermanfaat:

1. Pilih kegiatan yang menjadi kesukaan hati (ada yang serius, ada yang santai buat refreshing)
2. Buat daftar kegiatan di malam hari (sebelum esok hari menjelang) /orang-orang sering menyebutnya "Daftar yang harus Dikerjakan" ...LIST to DO.
3. Buat Daftar tersebut,  berikut perkiraan waktu untuk menyelesaikan kegiatan tersebut.
4. Keesokan hari, bangun pagi lah dengan bahagia
5. Tepati apa yang sudah kita rencanakan, lakukan dengan segala kesungguhan
6. Akhiri setiap kegiatan dengan rasa puas dan bahagia
7. Hargai setiap titik kecil pencapaian yang dilakukan, dan semoga menjadi kebiasaan (HABIT) yang baik di kemudian hari). Aamiin.

❤ KITA DI MASA DEPAN adalah HASIL KEPUTUSAN KITA DI SAAT INI...


❤  SELF DISCIPLINE OUTDOES IQ .....

~103:1-3, 16 Ramadhan 1441 H~

Thursday, May 7, 2020

HIDUP BERMAKNA

Bagian yang menyenangkan dari menulis adalah menorehkan banyak kata dan kalimat menjadi sesuatu rangkaian yang bermakna

Dan menurut saya Hidup kita pun perlu "Bermakna". 
yakin bahwa setiap dari insan manusia memperoleh anugrah terbaik dari Sang Pencipta.

Perjalanan kehidupan dilalui semenjak kita lahir, beranjak menuju anak-anak, masa remaja hingga masa dewasa, dan Insya Allah bila diijinkan Nya hingga masa lansia...
serta kelak jua akan kembali berpulang kepada Nya....
"ingat bahwa manusia kelak akan berpulang kembali kepadaNya"
Hidup adalah tentang menyiapkan bekal terbaik untuk kembali Pulang.

Rentang perjalanan kehidupan yang dilalui terkadang tidak semulus jalan tol, namun ada lika-likunya, ada sandungan, ada lubang di jalanan, ada ganjalan kerikil-kerikil yang mungkin saja tajam mewarnai perjalanan. 

Ada permasalahan, ada mungkin penderitaan dirasa, ada kepahitan ataupun kekecewaan namun terkadang saat itulah kemudian kita bisa merasakan:

apa arti kebahagiaan, 
arti perjuangan, 
arti kegigihan,
arti KESABARAN,
arti penyelamatan, 
arti persahabatan, 
arti kedekatan dan CINTA, 
juga bahkan arti nyata dari sebuah kelezatan atau manisnya IMAN.

Sebagai pembuka tulisan ini kembali,

bahwa permasalahan kehidupan akan ada datang silih berganti,
namun yakinlah bahwa selalu ada jalan keluar terbaik dari Nya...
bersamanya akan datang pula kemudahan dan kebahagiaan yang  mengiringi.

❤ FASHABRUN JAMIIL, maka bersabarlah dengan baik, dengan indah, bersabarlah dengan cantik.



(15 Ramadhan 1441 H), Kamis malam_Jum'at 8 Mei 2020

LAHIR KEMBALI

Memulai Menulis lagi...

Alhamdulillah

tanggal 15 Ramadhan 1441 H. Setiap tanggal 15 selalu berarti...berasa terlahir kembali dan menemukan banyak arti kehidupan ini.

walaupun tentu saya menyadari, saya hanyalah ...
seperti remahan rengginan di kaleng biskuit Kh*ng G*an,
seperti butiran pasir di kokohnya gunung kepandaian para cendekia,
seperti setetes air di samudra lautan Keilmuan_Nya,

semoga catatan hati ini bermanfaat pula.