Dalam kehidupan sehari-hari, adakalanya ada penyakit hati memasuki dalam relung-relung jiwa manusia. Penyakit hati itu adalah rasa "IRI" yang terkadang disertai kedengkian, tidak senang atas nikmat berupa kesenangan yang diterima oleh orang lain. Perasaan IRI dengki yang cenderung negatif karena terkadang dapat membuat orang terdorong melakukan apa saja untuk menjatuhkan orang lain.
sebagai contoh: Orang iri terhadap orang lain yang banyak mendapatkan kesenangan baik dari sisi materi, kesuksesan anak-anaknya, peluang karir yang bagus dan menjanjikan, maupun kesenangan kesuksesan lain di mata manusia.
Menurut saya ada beberapa jenis orang yang mendapatkan ganjaran dari Tuhan YME:
1. orang yang "baik" perangainya yang mendapatkan ganjaran kebaikan,
2. orang yang "buruk" perangainya yang mendapatkan ganjaran keburukan,
3. orang yang"baik" perangainya, namun mendapatkan kesempatan mengalami ujian permasalahan kehidupan
4. orang yang "buruk" perangainya, namun mendapatkan banyak kesuksesan dan kesenangan secara materi lahiriah.
Untuk kelompok nomer 1 dan 2 sepertinya adalah kondisi yang *Normal, cukup mafhum difahami.
Sisi perkecualian (Outlier) untuk kelompok nomer 3 adalah kelompok "orang-orang" yang disayang Tuhan, bila mereka bisa melalui ujian permasalahan kehidupan itu, seolah-olah mereka adalah orang-orang yang "naik kelas" kualitas pribadinya. Lebih bahagia yang sesungguhnya.
Sisi perkecualian (Outlier) berikutnya adalah kelompok nomer 4 adalah kelompok orang-orang yang seolah-olah mendapatkan banyak kesenangan, kesuksesan, kenikmatan berlimpah materi namun sesungguhnya sedang berada dalam "Ujian" dari Tuhan, namun terkadang mereka tidak menyadarinya.
Adakalanya menjadi pertanyaan dalam hati, "Mengapa orang yang tidak baik tersebut justru mendapatkan banyak kesenangan, kesuksesan dan keberlimpahan materi dari sisi pandangan manusia?
jawabannya adalah: karena ternyata kesuksesan, keberlimpahan materi, menurut ukuran manusia itu adalah bentuk "bunga kehidupan dunia", bagian "Ujian dari Tuhan" yang berbentuk kesenangan.
Berbagai bentuk keberlimpahan materi dan kesuksesan bisa jadi merupakan bentuk Ujian pula bagi manusia.
apakah nantinya ia sanggup lebih banyak bersyukur ataukah malah sebaliknya ia malah menjadi kufur (berpaling) dari Tuhan. Terjatuh ke berbagai bentuk keburukan yang lain.
Kesenangan ataupun kesuksesan yang dimiliki tidak berarti orang tersebut merasakan "Kebahagiaan" yang sesungguhnya.
❤ " Dan janganlah engkau tujukan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal (20:131).
❤ Hal yang mendamaikan hati adalah banyak bersyukur atas segala apapun karunia rizqi nikmat Tuhan,
(dalam bentuk apapun) yang diberikan kita hingga sejak saat ini dan seterusnya.
Bisa jadi apa-apa yang kita miliki saat ini, sesungguhnya sangat dirindukan, sangat di impikan oleh orang lain pula untuk memilikinya. Beruntunglah bila kita telah mendapatkan karunianya.
❤ Menjadi jalan lebih 'Bersyukur", lebih banyak berbuat baik, dan semakin mendekat kepada Nya.
❤ Dan semoga kita lebih bisa merasakan Damai, Tentram dan Bahagia...yang sesungguhnya.
❤Live Peacefully ...to enter Paradise in Peace❤
~17 Ramadhan 1441 H (10 Mei 2020), 20:131.

No comments:
Post a Comment