Wednesday, May 13, 2020

ADA CINTA_NYA DALAM KACANG METE

Pada waktu kecil, jaman sekolah dasar, di rumah saya ada sebatang pohon jambu mete yang rimbun dan sering berbuah lebat. Sering menjadi tempat mampir teman-teman untuk mencari dan mengambil sendiri jambu metenya. Kadang bila buahnya tak dimakan, maka biji kacang mete nya yang kami kumpulkan dan lain waktu akan dipecah bersama-sama (bisa dibakar ataupun di goreng).

Makan kacang mete barangkali bagian dari kenangan masa kecil yang menyenangkan, oleh karena sampai sekarang masih suka untuk makan kacang mete walaupun  sekarang tidak boleh makan banyak-banyak  ☺

Awal bulan Ramadhan ini beberapa teman menawarkan dagangannya berupa kacang mete (biasanya asli dari Wonogiri, kota yang terkenal penghasil kacang mete). Ketika saya menawarkan ke ibu saya, "Bu apakah mau dibelikan kacang mete juga buat lebaran nanti?" Ibu saya menjawab, "Tak usah, seperlunya saja". 
Baiklah, saya pun manut kepada ibu saya, walaupun dalam hati masih ingin makan kacang mete, tidak usah dibayangkan kacangnya yang gurih, bulat besar-besar serasa yang ada dalam isi coklat batangan. Ya sudahlah, lebaran ini tanpa ada kacang mete pun tak apa kan?" sembari membatinnya dalam hati, Masih bisa bersyukur dengan banyak karunia Nya yang lain, telah banyak terberikan selama ini.

Beberapa hari, beberapa minggu keinginan makan kacang mete pun terlupakan. Pas hari keduapuluh Ramadhan, tetiba ada teman yang mengontak dan mengirimkan kepada kami beberapa makanan...dan  juga setoples kacang mete !
Tertegun sejenak..., tersenyum-senyum sendiri, daan ...Alhamdulillah.



Kadang merasakan terharu geleng-geleng kepala dengan begitu banyak Cinta Nya kepada kita. Tidak sekali dua kali ini terjadi, namun seringkali...ini terjadi. Terkadang jadi merasa malu sendiri.
Dan tentu teman-teman pun bisa jadi pernah mengalaminya pula, baru membatin sesuatu hal yang amat di inginkan, namun tidak bisa segera diwujudkan dan kemudian bersabar, dan beberapa waktu kemudian apa yang diinginkan tersebut mewujud dengan cara yang tidak kita sangka-sangka.
Banyak bersyukur tentu kita karenanya.

❤ Terkadang jadi lebih faham sekarang bahwa proses merasakan SABAR,
selalu beriringan dengan rasa SYUKUR.

Di bidang psikologi sendiri pernah ada penelitian tentang anak-anak yang sanggup menunda rasa keinginannya terhadap manisan kenyal (Marshmallow) ternyata  dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada anak-anak yang tidak sanggup menunda keinginannya.
Kesanggupan menunda keinginan, tidak langsung segera diwujudkan itu diringi oleh kemampuan bersabar, menahan diri, kemampuan untuk kendali diri (self control), dan ini menempa anak-anak untuk mau berlelah-lelah, bersungguh-sungguh menjalani prosesnya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Di sisi lain selain kesabaran, ada Allah Zat yang Maha Baik, yang Maha Mendengar, baik yang tampak maupun tersembunyi di dalam hati.
Allah yang Maha Menggerakkan hati seseorang untuk berbuat baik dari satu orang ke orang yang lainnya. Mengabulkan apa yang menjadi keinginannya.
Semoga kita pun menjadi "Penyalur" kebaikan bagi sesama pula. Keberadaan kita pun dapat menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain pula..Aamiin

❤Ada CINTA-Nya dalam setoples cinta Kacang Mete, Alhamdulillah.

~20 Ramadhan 1441 H, 13 Mei 2020, 20:58 PM.

2 comments:

  1. Sama bu...habis mbatin mau beli wafer. Malamnya dikirim oleh tetangga yg baik hati😊

    ReplyDelete