Kisah cerita Nabi Musa dan kaumnya yang dikejar oleh Fir'aun beserta balatentara sangat bermakna,
saat Nabi Musa dan para pengikutnya sampai di tepi laut Merah, pada waktu matahari terbit.
Apa yang dirasakan para pengikutnya?
Bingung? tak tahu harus bagaimana?
Sedih, Khawatir?
Cemas ataukah Takut yang amat sangat?
Nampak di hadapan mereka tepian laut Merah yang amat dalam dan luas,
sementara di belakang mereka, bala tentara Fir'aun
semakin dekat mengejar mereka pengikut Nabi Musa alaihi salam.
Situasi yang amat mencekam,
maju bertemu Laut Merah dan di belakangnya ada bala tentara yang siap menumpas.
Maka ketika mereka sudah bisa saling melihat dan kaumnya nabi Musa pun berkata, "kita benar-benar akan tersusul"
dan Nabi Musa pun menenangkan kaumnya, dengan segenap keyakinan beliaupun berkata, "Kita tidak tersusul, sungguh Tuhanku bersamaku".
❤"Dia akan memberi petunjuk kepadaku"
Dan Allah SWT pun memberikan wahyu-petunjuk Nya, meminta kepada Nabi Musa untuk memukulkan laut dengan tongkatnya. Maka terbelahlah Laut Merah menjadi dua bagian seperti halnya dua gunung yang besar.
❤ Nabi Musa beserta pengikutknya pun di "selamatkan' oleh Allah SWT, dari Fir'aun dan bala tentaranya.
sementara Fir'aun dan tentaranya yang mengikuti berjalan di Laut Merah pada akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Tenggelam bersama nafsu-nafsu kekuasaan, kesombongan dan keangkuhan dirinya
❤ PERNAHKAH MENGALAMI SITUASI SEPERTI INI?
Situasi yang cukup mencekam, membingungkan, dihadapkan kepada dua pilihan yang sama-sama memiliki resiko yang amat besar? atau dua pilihan yang amat berarti?
Banyak permasalahan psikologis yang disampaikan kepada Psikolog tentang kebingungan, ketakutan, kecemasan ketika harus dihadapkan pada situasi untuk mengambil keputusan. Sebagai contoh: pengambilan keputusan meneruskan atau mengakhiri sebuah hubungan, resign dari suatu pekerjaan ataukah tidak, memilih pasangan hidup, memilih jurusan sebuah sekolah/kuliah, melakukan pembelian atau tidak melakukan.
Nah, karena pengambilan keputusan adalah sesuatu hal yang penting dalam hidup manusia (bahkan saya pun akhirnya menekuni ini dengan menulis thesis dan disertasi tentang Pengambilan Keputusan).
Hal yang penting ataupun utama di ingat adalah: "Mengingat Tujuan utama yang hendak dicapai, dan senantiasa melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan kita".
Berkaca pada kisah Nabi Musa, bahwa Allah SWT, Tuhannya Nabi Musa akan memberikan wahyu petunjuk di saat manusia bingung, resah, kacau dan gelisah.
Seorang teman pernah mengalaminya saat ia harus mengambil keputusan besar untuk resign dari sebuah posisi di sebuah institusi besar, dalam kondisi ia tengah dalam posisi puncak pekerjaannya.
Dihadapkan pada pilihan: apakah ia harus bertahan dengan segala ketidakjujuran dalam pekerjaan ataukah harus resign melepaskan pekerjaan dan memulai kembali segala sesuatunya (dengan berbagi ketidakpastian)
Setelah memohon petunjuk kepada Nya dan meyakini pilihan tujuan hidupnya, ia pun berproses memahami sinyal-sinyal petunjuk dari Nya (sebagaimana tongkat nabi Musa, ibaratnya gunakan akal pengetahuan untuk mencerna dan hati untuk merasa). Teman itu akhirnya memilih resign dari pekerjaan walaupun dalam posisi puncak karir di mata manusia.
Dan sampai sekarang, teman tersebut bercerita, "dengan segala pertentangan, dengan segala situasi yang cukup mencekam, dengan segala berita tidak baik yang dihembus-hembuskan. Tuhan pun menyelamatkan ku dengan berbagai tanda dari Nya. Akhirnya teman tersebut memilih resign dari pekerjaan dan merasakan hidup lebih damai tentram bahagia bersamaNya.
❤Life is a Choice ...tetaplah selalu memohon petunjuk kepada-Nya, saat mengambil pilihan,
sebagaimana Nabi Musa as.saat berada di Tepi Laut Merah.
16 Ramadhan 1441 H > 17 Ramadhan 1441 H, 01:20 AM
20:77_ 26:63


No comments:
Post a Comment